Pendampingan Pasangan Ramah Anak (PARANA) dalam Program Generasi Emas NTB (GEN)
Kata Kunci:
Kata kunci: Generasi Emas NTB, Stunting, Edukasi, PARANAAbstrak
Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Provinsi NTB adalah satu dari 4 provinsi dengan prevalensi tertinggi yaitu 32,7 % (2022) dan meningkat dari prevalensi tahun sebelumnya (2021) yaitu 31,4 %. Berbagai upaya atau program telah dilakukan, diantaranya program Generasi Emas NTB atau GEN, yang fokus pada perbaikan tumbuh kembang anak melalui pemberdayaan keluarga. Pemberdayaan keluarga dilaksanakan melalui pendampingan dengan cara kunjungan rumah dan melalui kelompok belajar atau kelas ibu, dengan tujuan terbentuknya Pasangan Ramah Anak atau PARANA. Pada akhir periode 1000 HPK dilakukan penilaian melalui kegiatan sertifikasi PARANA. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pendampingan PARANA yang dilakukan dan besaran cakupan yang sudah masuk kategori “Ramah Anak”. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menganalisis data hasil sertifikasi PARANA tahun 2022 dan 2023. Untuk proses pendampingan PARANA, menggunakan data sekunder dari laporan program GEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendampingan Pasangan Ramah Anak (PARANA) pada sasaran program GEN di 10 Kabupaten/Kota se-NTB berjalan intensif dengan SDM yang sudah terlatih, ketersediaan kurikulum, media/ alat bantu edukasi, pembiayaan yang cukup, dan kehadiran sasaran yang maksimal. Persentase pasangan yang memenuhi syarat Pasangan Ramah Anak (PARANA) pada sasaran program GEN di 10 Kabupaten/Kota se-NTB adalah 67,3 %.



