ANALISIS DIMENSI KETERLIBATAN PESERTA PELATIHAN DAN FAKTOR DEMOGRAFI DALAM PEMBELAJARAN DARING DI BPSDMD PROVINSI NTB
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi keterlibatan peserta pelatihan dan faktor demografi dalam pembelajaran daring di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah peserta pelatihan se Nusa Tenggara Barat tahun 2023 berjumlah 43 orang (Pelatihan Penyusunan Peta Proses Bisnis = 37,2%, Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Bima = 20,9%, Latsar CPNS Kabupaten Lombok Utara = 16,3%, dan Latsar CPNS kabupaten Lombok Tengah = 25,6%), dengan menggunakan metode stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah training participant engagment (TPE) Online berjumlah sepuluh item. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peserta pelatihan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB memiliki tingkat keterlibatan yang berbeda-beda pada setiap dimensinya. Peserta pelatihan perempuan memiliki keterlibatan yang lebih tinggi dalam teknologi, desain instruksional, dan interaksi sosial, sementara peserta pelatihan laki-laki memiliki keterlibatan yang lebih tinggi dalam kualitas materi pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan peserta dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin. Peserta pelatihan dalam rentang usia 22-30 tahun memiliki keterlibatan yang paling tinggi, diikuti oleh peserta usia 31-40 tahun, sementara peserta usia 41-50 tahun memiliki tingkat keterlibatan yang lebih rendah. Perbedaan keterlibatan berdasarkan jenis kelamin dan usia menunjukkan pentingnya memperhatikan karakteristik demografi dalam merancang strategi pembelajaran daring yang efektif. Integrasi fitur kolaboratif dalam sistem pembelajaran daring dapat meningkatkan keterlibatan peserta. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya pemateri yang menguasai metode pembelajaran daring dan memanfaatkan teknologi dengan baik, serta interaksi yang baik antara peserta dan pemateri, tujuan yang jelas, dan relevansi materi pelatihan dalam meningkatkan keterlibatan peserta dan hasil pembelajaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan peserta online pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia tergolong sangat baik.
Kata Kunci : Keterlibatan Peserta Pelatihan; Pembelajaran Daring; Demografi



