Tantangan Dan Peluang Widyaiswara Dalam Menghadapi Wabah COVID- 19 Melalui E-Learning
Kata Kunci:
Widyaiswara, kompetensi, IPTEKAbstrak
Saat ini, dengan Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sangat pesat, sebagian peserta pelatihan diwajibkan mampu memanfaatkan teknologi yang ada, sehingga diharapkan seorang dituntut widyaiswara juga memiliki kompetensi dan keahlian di bidang IPTEK supaya jangan dianggap gagap tehnologi (istilah sekarang Gaptek). Sebagai salah satu pemeran utama dalam proses pelatihan, tentulah menjadi tumpuan untuk menghasilkan produk terbaik tersebut. Dengan berlakunya UU ASN dan Peraturan Pemerintah terkait Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Tuntutan agar Widyaiswara mampu memberikan kontribusi dalam menghasilkan program pelatihan berkualitas tinggi menjadi sebuah tantangan baru. Dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pengajaran, pelatihan dan juga evaluasi diklat, Widyaiswara telah mampu memenuhi tuntutan Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan. Namun dalam prakteknya, kualitas diklat tetap dianggap belum mampu memenuhi ekspektasi unit pengguna diklat. Agar mampu memenuhi ekspektasi pengguna diklat, maka widyaiswara dituntut untuk meningkatkan kompetensi pribadi dan mampu membangun kompetensi peserta diklat sampai dengan level tertinggi di samping juga diperlukan pengukuran kinerja widyaiswara yang tepat.



