Pola Migrasi Lebah Madu Hiutan di Kawasan CA Gunung Mutis
Pola migrasi
Abstrak
KAJIAN POLA MIGRASI LEBAH HUTAN TIMOR (Apis dorsata) DI KAWASAN CAGAR ALAM GUNUNG MUTIS - TIMOR TENGAH SELATAN, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh/By:
Budy Zet Mooy, M.Sc
Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang
Jalan Alfons Nisnoni No. 67 (blk) Naikoten 1 Kupang 85115 Telp. (0380) 833129
e-mail : budyzet@gmail.com
Abstract
Koloni lebah madu hutan dapat bermigrasi secara musiman maupun permanenan. Koloni lebah madu hutan memanfaatkan kawasan hutan untuk mengembangkan sarang pada waktu tertentu. Informasi tersebut penting dalam menentukan musim dan tata waktu panen madu bagi para pemanen madu hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi migrasi tentang aktivitas migrasi lebah madu hutan Pulau Timor, perkembangan sarang dan perilaku kewilayahan koloni lebah madu hutan di wilayah Cagar Alam (BBKSDA NTT) dan Hutan Lindung Gunung Mutis KPH Timor Tengah Selatan. Hasil penelitian ini untuk mendukung kepentingan pengelolaan hutan sebagai habitat lebah hutan Pulau Timor. Penelitian dilakukan pada tahun 2019, di kawasan Cagar Alam dan kawasan hutan lindung Gunung Mutis di Pulau Timor Barat (Kabupaten Timor Tengah Selatan). Penelitian dilakukan pada 3 (tiga) titik pengamatan. Dua titik pengamatan terletak di wilayah Cagar Alam Gunung Mutis (BBKSDA NTT) yaitu Desa Fatumnasi, Nenas, Kuannoel dan Nuapin.) dan Luar wilayah Cagar Alam (Kawasan Lindung - KPH TTS) di Desa Tutem, Tune dan Bonleu. Metode yang digunakan adalah Pengamatan migrasi koloni lebah hutan yang ditentukan, perkembangan sarang serta perilaku kewilayaan lebah madu hutan, pengamatan dilakukan pada titik-titik yang sudah ditentukan secara purposive. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjuhkan aktivitas migrasi sebanyak 3 kali, koloni lebah hutan datang pada minggu kedua februari di Nenas, minggu ketiga februari di fatumnasi, dan minggu kedua maret di kuannoel dan nuapin. Koloni lebah hutan meninggalkan lokasi sarang mulai april hingga Mei di ketiga lokasi pengamatan. Migrasi selanjutnya juli teramati di desa tutem, oktober di tune dan november - desember di bonleu, nuapin dan kuannoel. Perbedaan waktu migrasi lebah pada 3 lokasi pengamatan dapat dipengaruhi oleh berbagai penyebab yaitu ketersediaan pakan, perubahan cuaca yang drastis, gangguan kondisi lingkungan menyebabkan terganggunya ketenangan dan kenyamanan lebah madu. Sarang terbentuk sejak kedatangan koloni lebah dan membangun sarang muda berwarna putih bulat kecil, 2 minggu setelahnya menjadi sarang dewasa berwarna coklat bulat pipih besar dan siap dipanen. Keberadaan sarang dan musim panen madu hutan teramati mengikuti periode pembungaan vegetasi pakan pada masing-masing lokasi. Aktivitas migrasi lebah pada tiga titik, teramati pada pukul 07.15 – 17.00, namun aktivitas migrasi paling sering dijumpai pada pukul 08.00 – 10.00. Migrasi dapat terjadi karena disebabkan ketersediaan pakan, kondisi lingkungan yang tidak mendukung maupun karena adanya gangguan dari aktivitas manusia
Kata kunci : lebah madu hutan pulau timor, migrasi, CA. gunung mutis, KPH wilayah TTS.



