Pendorong dan Penghambat Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

Gambaran dari Lembaga Diklat Pemerintah di Indonesia

Penulis

  • Asih Setiawati Badan Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak

Abstrak

Tujuan artikel ini adalah menemukan  faktor pendorong dan penghambat implementasi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) instansi berbasis Learning Management System (LMS) dengan menganalisis penelitian terdahulu mengenai efektivitas PJJ instansi di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang terdiri dari analisis terhadap faktor-faktor pendorong dan penghambat implementasi PJJ di berbagai instansi dan wilayah. Penelitian menemukan faktor penghambat berupa rendahnya budaya belajar, supervisi yang lemah, persepsi yang rendah atas relevan PJJ dengan pekerjaan, perbedaan antara apa yang tercatat di dalam sistem dengan apa yang ditemukan di lapangan, dan masalah-masalah teknis seperti jaringan,  dan literasi digital. Sementara itu, faktor pendorong mencakup aspek inovatif dari sistem belajar, penghematan biaya, kemungkinan untuk belajar di mana saja dan kapan saja, peluang untuk kolaborasi lintas daerah tanpa batasan jarak, dan adaptabilitas peserta dan widyaiswara. Setelah faktor-faktor penghambat diperoleh, kemudian, dihasilkan model pengembangan LMS yang menganut lima prinsip yaitu fleksibilitas, konsistensi, efisiensi, monev, dan fungsi. Prinsip-prinsip ini ditopang oleh faktor individu, sosial, budaya, dan teknis dari eksternal penyelenggara. Dengan berpanduan pada model ini, penyelenggaraan PJJ diharapkan dapat lebih baik lagi dan menjadi strategi pengembangan SDM yang mumpuni dalam menciptakan Smart ASN dan reformasi birokrasi.

 

Kata kunci: pembelajaran jarak jauh, diklat instansional, learning management system, model pengembangan kompetensi ASN

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-09-30