Analisis Peluang dan Tantangan Pariwisata Pulau Lombok Pasca Forum R20

Penulis

  • Muhammad Shalahuddin Al Ayyubi Universitas Islam Indonesia
  • Sahara Putri Ayu Kenangan Gunawan Universitas Udayana

Kata Kunci:

kerukunan beragama, lombok, pariwisata, toleransi, ekonomi

Abstrak

Momentum R20 (Religion 20) dalam rangkaian acara Presedensi G20 (Group of 20) menjadi sebuah komitmen nyata pemerintah Indonesia dalam mendukung program 10 Bali Baru di sektor Pariwisata. R20 menjadi momen yang tepat dalam mempromosikan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan anti-kekerasan sebagai respon atas fenomena ekstremisme global. Intolernasi dan ketidakrukunan umat beragama dalam satu wilayah akan memberikan dampak negatif terhadap sektror pariwisata, salah satunya di Pulau Lombok. Berdasarkan potensi wisata dan latar belakang entitas agama yang kuat, Pulau Lombok dipilih menjadi studi kasus dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis peluang dan tantangan pariwisata pulau lombok pasca forum R20. Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian kali ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif melalui data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lombok memiliki peluang (1) kebangkitan ekonomi pasca Covid-19; (2) pemerataan sektor pariwisata; (3) percontohan Halal Tourism di Indonesia; dan (4) kemudahan aksesibilitas antar pulau, sedangkan tantangan meliputi (1) adanya isu kerukunan beragama dan intolernasi; (2) dikotomi mayoritas dan minoritas; (3) trust issue dan framing negatif media sosial; dan (4) kurangnya rasa percaya para turis untuk menjadikan Lombok sebagai destinasi wisata. Oleh karena itu, seluruh komponen bangsa harus saling bahu-membahu menghadapi permasalahan kerukunan beragama dengan lebih bijak dan memegang teguh nilai-nilai toleransi sehingga sektor pariwisata bisa terus berkembang dan perekonomian Indonesia semakin maju.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-09-30