Pengembangan Metode Pembelajaran MOOC First Aid di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah

Penulis

  • yuni indarti BPSDMD Provinsi Jawa Tengah
  • Harini Setijowati Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah

Kata Kunci:

First Aid, MOOC, pengembangan kompetensi ASN

Abstrak

Amanah UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS yang menyebutkan bahwa setiap PNS berhak mendapatkan Pengembangan Kompetensi sebesar 20 Jam Pelatihan setiap tahunnya menuntut adanya inovasi Pengembangan Kompetensi yang massif Dalam upaya mewujudkan hal tersebut perlu adanya pengembangan metode pelatihan dari model Blended Learning pada Learning Manajemen System (LMS) SIP TENAN berkembang ke Model Pembelajaran dengan Massive Open Online Course (MOOC).  Materi yang dipilih untuk mengisi MOOC adalah materi lifeskill First Aid. Pemilihan materi ini didasarkan dari penelitian survey mengenai tingkat pengetahuan pegawai tentang Pertolongan Pertama atau First Aid yang hasilnya menyebutkan bahwa Pelatihan First Aid dapat diikuti oleh setiap pegawai apapun jabatan dan pendidikannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pengembangan Metode Pembelajaran MOOC First Aid di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Metode Penelitian yang dilakukan dengan Research dan Development (R&D). Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai uji validasi media MOOC sebesar 75, 38 % dan uji validasi materi First Aid sebesar 66,61 %. Hasil ujicoba produk menunjukkan dari 55 peserta ujicoba lulus 53 peserta. Dan dari 53 peserta yang lulus menyatakan Puas. Hasil setelah dilakukan revisi dari 3891 ASN yang mengikuti pelatihan telah lulus 2683 ASN. Terdapat 69% lulus.Ini menunjukkan bahwa pengembangan Metode Pembelajaran MOOC First Aid di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah efektif dan efisien dalam  memenuhi Hak Pengembangan Kompetensi ASN sesuai Amanah UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-04-29