Pengembangan Kompetensi Literasi Digital bagi Widyaiswara pada Pembelajaran Dalam Jaringan
Kata Kunci:
Pengembangan Kompetensi Widyaiswara, Literasi Digital, Pembelajaran Daring, Knowledge ManagementAbstrak
Tulisan ini membahas tentang pengembangan kompetensi Widyaiswara dalam melaksanakan Pembelajaran Daring. Pembelajaran Daring menjadi model Pembelajaran Jarak Jauh yang dilaksanakan di Era Revolusi Teknologi dan pandemi COVID-19. Metode Daring menjadi penting dalam pelatihan sebagai upaya pengembangan kompetensi aparatur menuju Smart ASN. Dengan adanya Pembelajaran Daring dan atau Blended Learning, maka segala aspek dalam pelatihan harus mempersiapkan diri. Salah satu kuncinya adalah Widyaiswara yang harus memiliki kompetensi baru yaitu literasi digital. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi pustaka atau penelusuran referensi terkait kompetensi literasi digital, dan Pembelajaran Daring. Hal itu juga disesuaikan dengan berbagai peraturan tentang pengembangan kompetensi ASN khususnya Widyaiswara. Sumber data juga diperoleh melalui kajian empiris yaitu pengamatan langsung sebagai partisipan dalam berbagai media Community of Practices (CoP) Widyaiswara, di Grup WhatsApp, Telegram, kanal Youtube, dan Google Class Room. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital sebagai bagian dari kecerdasan digital harus menjadi kompetensi Widyaiswara dalam menghadapi Revolusi Industri dan Teknologi di bidang pendidikan dan pelatihan. Kemampuan untuk mengelola pengetahuan melalui Knowledge Management harus berjalan seiring dengan kompetensi dalam teknologi digital.



